Ini Tuhan
kesalahan selalu di saya
tempa-tempa Kecil-Mu
aku malah mungkin tak pernah balik badan.
suhuku jangan diukur derajat.
Buai-buai
mimpi tak pernah hilang
aku rakit hingga dengus terakhir menyuruh kembali
pada pelepah
kuajak bermentari
lama
hingga bosan lalu mengajak pulang
dirumah akan kita hitung.
Ayah
Aku bukan putera yang lahir dipurnama
jangkauanku tidak lalu dimimpi
berapa lama
petualangan sejati kandas?.
sejak sesak
semenjak selalu ada lahir
tak ada kalah
dewasakah jika ukurannya ketika paham nadir?.
yang ku tahu selalu bertaruhg
kodrati ada dikita
kecuali soal tiga hikayat fajar yang lalu sempat kudengar diurai
ketika sunyi dihati
kepulan asap intari inisial dzat kita
pertolongan bukan dari sayap malaikat nyatanya.
lalu ingin pulang mengawinkan ingatan pada kecup Bunda
kesalahan selalu di saya
tempa-tempa Kecil-Mu
aku malah mungkin tak pernah balik badan.
suhuku jangan diukur derajat.
Buai-buai
mimpi tak pernah hilang
aku rakit hingga dengus terakhir menyuruh kembali
pada pelepah
kuajak bermentari
lama
hingga bosan lalu mengajak pulang
dirumah akan kita hitung.
Ayah
Aku bukan putera yang lahir dipurnama
jangkauanku tidak lalu dimimpi
berapa lama
petualangan sejati kandas?.
sejak sesak
semenjak selalu ada lahir
tak ada kalah
dewasakah jika ukurannya ketika paham nadir?.
yang ku tahu selalu bertaruhg
kodrati ada dikita
kecuali soal tiga hikayat fajar yang lalu sempat kudengar diurai
ketika sunyi dihati
kepulan asap intari inisial dzat kita
pertolongan bukan dari sayap malaikat nyatanya.
lalu ingin pulang mengawinkan ingatan pada kecup Bunda
dikelumit hangat tawa saudara
pada damai kecil dilubuk hati.
dipintu sebelum langkah pasti
senyum merekah dari ribuan tahun yang lalu.
Gambar dicopy dari : http://hifzhanberau.wordpress.com/2009/04/page/3/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar