Dulu sebelum sempat kau pagut rindumu.
terlebih dulu kusisipkan halus kerinduanku ditelinga bumi.
Tak hendak memijah siang.
Paut-paut kelingking yang jajar
solek-solek yang kemayu mayu.
Senyummu
tak pernah memberut
kita saling tahu itu dikornea
Siang mesti berlalu,
Bilal memecah membran timpani-ku.
Pagi yang ini masih tetap memautkan
luluh pada hati
lalu satu
Diyakin....
gambar dipinjam disini :
http://ngerumpi.com/baca/2009/12/24/untuk-sepotong-senja-di-akhir-tahun.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar