Ini adalah rangkaian kata yang ditulis oleh teman dan sahabat saya di Multiply. katanya sebagai kado ulang tahun
A R U N A W A
Awal kujumpa pada ruang maya,
antara sesak nafas kata kata.
abstrak namun unabstrak
Ruang ini menjadi saksi
rajutan benang emas tak lagi terisolasi
riang selalu hadir, membuncah sepi. tiada sunyi
Ucapku kala itu "bolehkah ku berkawan denganmu?"
Nujum pun seakan memihak dan beriak di langit. sorak dan serentak!!
Ahaaaaa....adhesi!!
Wow...dia dia dia adalah teman yang menyenangkan
waktu singkat, kita pun erat meski seutuhnya samar melambai
Aku melenggang santai, berlayar melintasi keraguan. Pada hakekatnya teman hanya butuh kepercayaan, dukungan dan ketulusan pada dongeng-dongeng terajut mayapada, sesekali teman tak lain adalah cermin pada kesombongan diri. karena aku ingin belajar banyak hal darimu kawan, yang berada jauh dari pandangan namun dekat samudera letih maka biarkan aku menjadi bagian dalam ruang persahabatanmu meski aku hanya bagian yang terkecil pada pijakan kakimu.
Salam Larassati!!
******* ini kado yang kujanjikan Mas Arun, maaf yah terlambat dan maaf sekali hanya tulisan kacau balau dan tak bermakna yang kurangkai dari nama A R U N A W A karena aku lagi kehilangan kata hehe moga berkenan, terserah akan ditempel, dibuang, dibiarkan usang, dilupakan, diacuhkan atau diabadikan adalah hak Mas Arun yang penting Larass sudah menepati janji sebelum benar2 akan HIBERNASI :)
terima kasih buat mbak larass yang sudah membuat tali-tali kata ini buat saya.
3/18/2010
3/06/2010
Masih Belum Kelar
Ini Tuhan
kesalahan selalu di saya
tempa-tempa Kecil-Mu
aku malah mungkin tak pernah balik badan.
suhuku jangan diukur derajat.
Buai-buai
mimpi tak pernah hilang
aku rakit hingga dengus terakhir menyuruh kembali
pada pelepah
kuajak bermentari
lama
hingga bosan lalu mengajak pulang
dirumah akan kita hitung.
Ayah
Aku bukan putera yang lahir dipurnama
jangkauanku tidak lalu dimimpi
berapa lama
petualangan sejati kandas?.
sejak sesak
semenjak selalu ada lahir
tak ada kalah
dewasakah jika ukurannya ketika paham nadir?.
yang ku tahu selalu bertaruhg
kodrati ada dikita
kecuali soal tiga hikayat fajar yang lalu sempat kudengar diurai
ketika sunyi dihati
kepulan asap intari inisial dzat kita
pertolongan bukan dari sayap malaikat nyatanya.
lalu ingin pulang mengawinkan ingatan pada kecup Bunda
kesalahan selalu di saya
tempa-tempa Kecil-Mu
aku malah mungkin tak pernah balik badan.
suhuku jangan diukur derajat.
Buai-buai
mimpi tak pernah hilang
aku rakit hingga dengus terakhir menyuruh kembali
pada pelepah
kuajak bermentari
lama
hingga bosan lalu mengajak pulang
dirumah akan kita hitung.
Ayah
Aku bukan putera yang lahir dipurnama
jangkauanku tidak lalu dimimpi
berapa lama
petualangan sejati kandas?.
sejak sesak
semenjak selalu ada lahir
tak ada kalah
dewasakah jika ukurannya ketika paham nadir?.
yang ku tahu selalu bertaruhg
kodrati ada dikita
kecuali soal tiga hikayat fajar yang lalu sempat kudengar diurai
ketika sunyi dihati
kepulan asap intari inisial dzat kita
pertolongan bukan dari sayap malaikat nyatanya.
lalu ingin pulang mengawinkan ingatan pada kecup Bunda
dikelumit hangat tawa saudara
pada damai kecil dilubuk hati.
dipintu sebelum langkah pasti
senyum merekah dari ribuan tahun yang lalu.
Gambar dicopy dari : http://hifzhanberau.wordpress.com/2009/04/page/3/
Langganan:
Postingan (Atom)

