4/08/2011
Potensi Daerah Morowali.
2/10/2011
coffe break like my t-shirt
hahaha....
rumah mimpi sudah jadi sebuah kefe mewah lengkap dengan segala accessories pelengkap dan sarana yang wahh... lapangan futsal, area yang menjadi vennue komersil, kafe serta tempat membaca yang menyenangkan.
berbagai product komersilpun banyak menempelkan jejak dan kepastian kehadirannya disini.
Dan hari ini.....
saya ikut menikmati suguhan itu lengkap hanya dengan meng-restore my recycle bin.
semoga sukses zigzag futsal, kafe n entertaintment...
2/16/2010
Geliat Bibir Bergincu dan si manis Menor
12/10/2009
Bingung
Aku cukup kuat walau badan tak terlampau kekar untuk mengangkat besarnya beban tanpa bantuan patron. Hanya kadang aku harus membiarkan ortang-orang melampaui lariku dan sedikit tersungkur memperbaiki bawaan itu. Kata orang, sebesar apapun masalahmu akan ada jalan keluar yang telah disediakan tuhan untuk kau tempuh walau tak kau sangka,.
Hidup pada dasarnya adalah beban, masalah atau turgis yang terbentuk dari awal nafas setiap mahluk. Saat pecah tangisan pertama, masalah telah hadir. Jika memang masalah harus dilihat sebagai ketidak sesuaian antara harapan dan kenyataan, pro kontra dass solen and dass sein.
Cobalah berdiri dari dudukanmu yang terpahat, lihat dan rasakan betapa dunia menginginkanmu Lahir, betapa Tuhan sangat menyayangimu dengan caranya yang paling indah. Dan betapa orang-orang disekelilingmu berharap banyak hal baik kepadamu. Kau tidak kerdil, bahkan kau terlalu mega untuk dikerdilkan. Ketika kamu percaya, Tuhan tidak pernah tidur….
8/12/2009
Gifts From The Heart for Women

Kisah berikut ini sangat menyentuh perasaan, dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya. Kisahnya sbb:
Bahkan Seorang Anak Berusia 7 Tahun Melakukan YangTerbaik Untuk ......
Di sebuah kota di California , tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak. Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah.
Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari. "Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.
Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.
Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. "Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"
Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini."Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.
Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke. "Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?" Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.
Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.
Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....
Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya........ Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya...............
Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN :
Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik utk membahagiakan ayah & ibu kita. Banyak cara yg bisa kita lakukan utk ayah & ibu, dgn mengisi hari-hari mereka dgn kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi & hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur utk membuat mereka bangga dgn kita. Bukannya melakukan perbuatan2 tak terpuji, yang membuat mereka malu. Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda ? Berapakah usia Anda saat ini ? Apakah Anda masih memiliki kesempatan tersebut ? Atau kesempatan itu sudah hilang untuk selamanya.........? Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui. Ayah, Ibu, Ketahuilah, Saya Juga Mencintaimu Dengan Segenap Jiwa Ragaku.............
"Seseorang tidak hanya berhak tetapi juga punya tugas untuk berbahagia dan sukses"
8/08/2009
BISNIS PROPERTI DI KENDARI TAK KALAH MENGGIURKAN

Siap-siap saja melihat perkembangan kota ini beberapa tahun kedepan. Berbagai desain pembangunan tengah dijalankan. Iklim investasi yang mendukung serta tuntutan masyarakat terhadap tempat tinggal membuat para pengusaha bisnis perumahan memutar otak memenuhi selera pasar.
Bagai jamur yang tumbuh dimusimnya. Barangkali boleh dibilang akhir-akhir ini ilustrasi tersebut tepat menggambarkan pertumbuhan bisnis pengembangan perumahan dibumi Anoa. tanpa disadari, disekitaran kita tengah menjulang pohon-pohon besi yang siap disulap menjadi bangunan entah itu untuk hunian dalam konsep perumahan maupun perdagangan dengan desain rumah toko (Ruko). Ya, ini adalah gambaran betapa para pegiat bisnis properti tengah menjajali kota ini hingga tak ragu menanamkan modal investasi dalam bidang pengembangan sektor properti.
Jika diteropong dari jarak manapun, parameter ini jelas menggambarkan iklim bisnis di Sulawesi Tenggara semakin memperlihatkan keadaan yang cukup positif. Para pengembang dan perusahaan real estate mulai tidak ragu menjadikan Sultra sebagai ladang menuai keuntungan.
Melihat kondisi tersebut, Direktur PT. Azatata Citra Nasir, M. ikut mengamini. Sebagai salah satu pengembang yang menggeluti bisnis dibidang pngembangan perumahan, Menurutnya Kendari dan Sultra secara umum sudah menunjukan kemajuan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari terus tumbuh dan berkembangnya para pengusaha yang mau menginvestasikan modalnya didaerah termasuk para pengembang atau perusahaan developer dan real estate. “kira-kira satu atau dua tahun kedepan kondisi ini masih akan sangat bagus untuk bisnis pengembangan. Walau masing-masing memiliki alasan tersendiri melakukan invest, namun secara umum tidak terlepas dari peluang investasi yang terbilang bagus untuk dikembangkan disini,” katanya.
Peluang mengembangkan bisnis tersebut tentunya ikut didukung oleh beberapa faktor. Sebut saja diantaranya, banyak masyarakat yang telah memiliki pendapatan mencukupi seperti pegawai negeri dan pegawai swasta lainnya yang terus meningkat, Sehingga memberi harapan terhadap pilihan memiliki rumah yang memadai sesuai konsep hunian atau gedung lainnya yang diinginkan. Selain itu, dibidang perbankan diungkapkan Nasir, Bank semakin tidak ragu mengeluarkan dana melalui KPR mengingat investasi dibidang ini dinilai bank tidak terlalu beresiko besar dibanding investasi lainnya. “sekarang hampir semua bank itu ada KPR-nya. Ini semakin memudahkan para pengembang menjalankan usahanya,”. Jelas Nasir.
Pertumbuhan bisnis perumahan dan real estate yang cukup menggairahkan saat ini juga akan berimbas pada perekonomian masyarakat. Dengan dibukanya berbagai model perumahan oleh para pengusaha akan ikut menyedot tenaga kerja lokal yang ada. Hingga saat ini saja, tak terhitung banyaknya pekerja bangunan yang ikut mengambil keuntungan. “jadi masyarakat sekarang sebenarnya tidak perlu berlomba-lomba ke Bombana untuk mencari uang, bagi mereka yang mempunyai keahlian khususnya dalam bidang bangunan bisa memanfaatkan keadaan tersebut,” paparnya.
Model hunian dan bangunan lain yang ditawarkan para pengembang juga cukup variatif. Mulai dari yang berkonsep minimalis, natural, hingga konsep modern. Hal ini tentunya mengingat selera pasar yang cenderung beragam. Maka setiap pengembang selain harus memiliki modal dan produk perumahan yang baik, juga dituntut memiliki strategi yang tepat dalam melakon bisnis ini. Untuk konsep Rumah Sederhana (RS) dan Rumah Sangat Sederhana (RSH) saja, strategi yang diterapkan harus benar-benar mantap. Posisi dan tata letak bangunan, akses, sarana pendukung seperti air, listrik, dan lain sebagainya harus diprioritaskan.
Namun disamping membaiknya suhu bisnis ini, beberapa kalagan menilai masih sangat rentan hambatan. Selain perizinan, Hal lain dikarenakan pasokan listrik yang ada di Sultra khususnya dikendari masih sangat minim. Hampir setiap hari listrik dikota ini padam. Jika hal ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan peluang investasi dalam bidang pengembangan perumahan ini akan kembali lesu.
8/06/2009
Tari Lulo

Tari tradisional Lulo tetap menjadi hiburan masyarakat Sultra. Ditengah maraknya hiburan modern, Lulo terus saja tumbuh mengikuti sela lajur dunia modern tanpa kehilangan makna.

Budaya atau kesenian Lulo yang merupakan kesenian daerah suku Tolaki telah menjadi khasanah yang memperkaya budaya Sulawesi Tenggara. Sebagai kesenian daerah, Lulo juga telah menjadi salah satu atribut budaya yang membedakan Sultra dengan daerah lain. Kesenian Lulo biasanya dilakukan masyarakat Tolaki untuk merayakan hajatan atau sukuran misalnya acara panen, pesta adat, maupun pesta kawin dan hajatan lainnya. Saling bergenggaman tangan, melangkahkan kaki dua kali kekiri, dua kali kekanan, kedepan dan belakang sambil menghentakkan kaki mengikuti irama musik memberikan nilai seni tersendiri bagi mereka yang melakukannya.
Seiring perkembangan waktu, kesenian lulo sendiri ikut mengalami perkembangan. Hadirnya hiburan lain dalam masyarakat modern seperti diskotik, pub, dan konser-konser musik dengan show artis-artis lokal maupun nasional tidak membuat kesenian Lulo ditinggalkan masyarakat. Melainkan lulo semakin saja tumbuh subur dengan iklimnya sendiri bahkan dengan gaya dan caranya yang khas.
Disamping itu, selain fungsinya sebagai tarian yang bisa mewadahi muda-mudi untuk bisa saling berkenalan, dalam tarian lulo etika pun diberlakukan. Misalnya saja posisi tangan saat bergandengan tangan, untuk pria posisi telapak tangan di bawah menopang tangan wanita. Tidak hanya wujud simbolisasi, namun lebih kepada filosofi dari kedudukan, peran, etika kaum pria dan wanita dalam kehidupan sehari-hari.
Lulo dalam Filosofi
Tarian tradisional “lulo” secara filosofis memiliki makna yang besar. Menurut M. Oktrisman Balagi Kepala Bidang Pesona Seni Budaya Badan Pariwisata dan Kebudayaan Sultra, tarian lulo menggambarkan kebersamaan masyarakat suku Tolaki dalam keberagaman dengan meninggalkan sekat yang membedakan kaya dan miskin serta status sosial lainnya. Tarian lulo juga dijadikan wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan tidak jarang dijadikan sarana untuk mencari jodoh. Tradisi lulo juga memperlihatkan sikap persahabatan dan kegotongroyongan yang merupakan ciri khas masyarakat suku Tolaki.
Jika menelusuri awal munculnya kesenian lulo menurut Trisman, mungkin bisa dilihat dari bagaimana memaknai gerakan-gerakan lulo itu sendiri saat ini. Pada jaman dahulu, konon masyarakat suku Tolaki yang notabene mengonsumsi sagu dan beras dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, sering menggunakan teknik menghentakkan kaki untuk menghaluskan rumbia menjadi sagu yang bisa dimakan dan menggunakan teknik yang sama dalam melepaskan bulir padi dari tangkainya untuk proses pembuatan beras. Kebiasaan ini kemudian sering dilakukan secara terus-menerus dan secara bergotongroyong agar prosesnya lebih cepat. Dari kebiasaan inilah masyarakat menemukan gerakan-gerakan yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah seni tari yang kini kita kenal dengan sebutan Tarian Lulo.
Saat ini Tarian Lulo sendiri telah mengalami proses penyesuaian dalam berbagai bentuk. Lulo yang dulunya hanya dilakukan dengan mengikuti irama alat musik tradisional seperti gong telah berubah dengan menggunakan alat musik elektornik electone atau organ.
Ditengah perkembangan peradaban yang terus melaju membentang membentuk simpul modernisasi jaman dengan segala hal yang dibuatnya memukau, lulo ternyata mampu bertahan dan tidak kehilangan pesona. Tidak hanya itu, Lulopun terus tumbuh dengan geliatnya yang kuat mengikuti lajur ngilu perkembangan massa. Hal ini dijelaskan Trisman, bahwa Lulo mampu bertahan karena upaya masyarakat dan pemerintah yang terus melakukan inovasi gerakan lulo. Lulo dikembangkan dengan adaptasi konsep dan variasi gerakan. Lima dasar gerakan lulo yaitu Lulo biasa, lulo pata-pata, Moleba (lompat-lompat), Pinetabe (penghormatan), dan lulo Hada (monyet) semakin disesuaikan dan dikreasi gerakannya agar tetap lebih up to date sesuai dengan perkembangan waktu. “Munculnya lulo kreasi akhir-akhir ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat lulo tetap digemari dan disukai oleh masyarakat. Untuk itu, kami terus melakukan perubahan bahkan memasukan lulo dalam event-event tertentu untuk dikompetisikan”,. Jelas Trisman.
Melihat hal tersebut, tidak heran jika tarian lulo bisa tetap menjadi ikon budaya Sultra. Namun yang terpenting dari proses menjaga dan melestarikan tarian tradisional lulo adalah harapan bahwa tarian lulo merupakan cerminan masyarakat suku Tolaki yang cinta damai dan mengutamakan persahabatan dan persatuan dalam menjalankan aktifitas kesehariannya. Selalu bersatu, bergotongroyong dan saling tolong-menolong “samaturu, medulu ronga mepokoaso”.
tulisan ini sebelumnya telah dimuat di majalah exPO Sultra.
8/04/2009
Story Of Morowali
Sejarah perjuangan panjang ini ternyata tak pernah mengenal akhir, sehingga begitu masa reformasi, peralihan orde baru ke masa reformasi saat ini, di mana kebebasan demokrasi lebih digaungkan sebagai konsep pemerintahan, dengan kemudian diterapkannya konsep pemerintahan desentralisasi, yang diwujudkan melalui kebijakan otonomi daerah ditingkat Kabupaten, dimana Kabupaten diberi porsi yang lebih besar lagi untuk mengatur daerahnya sendiri. Maka semakin luaslah potensi bagi terbentuknya daerah Kabupaten baru. Oleh karena itu moment ini direspon oleh masyarakat seluruh lapisan di daerah Morowali untuk memperjuangkan kembali aspiral lamanya, yakni pembentukan Kabupaten Poso. Dan akhirnya perjuangan dan aspirasi masyarakat daerah ini berhasil, yakni dengan keluarnya kebijakan Pemerintah Pusat untuk membentuk daerah Morowali, berdiri sebagai Kabupaten sendiri, yang diberi nama Kabupaten Morowali, berdasarkan hasil pemikiran dan kesepakatan seluruh lapisan masyarakat.
Selayang Pandang Morowali
pada mulanya Morowali adalah satu simpul yang tidak terpisah dari satu titik Sulteng, dengan luas wilayah kab. terbesar di Sulteng. saking besarnya wilayah daratan dan laut morowali berbanding tiga kali dengan daerah lain yang ada di sulawesi tengah seperti poso, palu, luwuk, dan lain-lain. luas wilayah ini memungkinkan kab. morowali untuk kembali dimekarkan hingga tiga kabupaten sekalipun.
ibukota kab. morowali teletak di kec. BUNGKU TENGAH yang merupakan counter magnet dari kabupaten morowali. selain sektor petanian dan kehutanan, sektor wisata juga sangat mendukung untuk dikembangkan dikabupaten morowali. salah satunya adalah wisata air terjun (water fall) mempueno. letaknya yang berada diujung barat kec. bungku tengah dan merupakan sudut barat kecamatan membuat mempueno menarik untuk dilirik para investor untuk dikembangkan. Hanya saja saat ini pengembangan potensi wisata morowali seperti mempueno belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah. hal ini disebabkan akses menuju kekabupaten morowali saat ini masih sulit. transportasi darat yang paling bisa dilalui. itupun sedikit bermasalah karena jalan yang belum mendapatkan polesan yang berarti dari pemerintah membuat transportasi darat sedikit sulit dilalui. namun bukan berarti sama sekali tidak bisa dilalui tapi masih (koende-ende).
sementara itu transportasi lautpun tidak jauh berbeda. ketidaktersediaan pelabuhan yang memadai membuat akses transportasi laut belum bisa dilalui kapal-kapal besar,.
semoga saja pemerintrah daerah memperhatikan akses transportasi agar peluang investasi daerah yang perlu untuk dikembangkan bisa dilirik para investor...

