4/08/2011

Potensi Daerah Morowali.


Kabupaten Morowali salah satu daerah otonom yang terbentuk bersama dengan dua kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-Undang No.51 thn 1999 ttg Pembentukan Kabupaten Buol, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Banggai Kepulauan. Dimana sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Poso, yang wilayahnya memebntang dari arah tenggara ke barat dan melebar ke bagian timur, serat berada di daratan Pulau Sulawesi yang terdiri dari pulau-pulau kecil.
Pada tahun 2004, Kabupaten Morowali mengalami pemekaran sehingga kecamatan yang semula berjumlah 10 menjadi 14 kecamatan. Kecamatan Bungku Utara dimekarkan menjadi dua Kecamatan yaitu Bungku utara dan Mamosalato. Sedangkan Bungku Barat dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Bungku Barat, Bumi Raya, dan Witaponda. Sementara Mori atas dimekarkan menjadi 2 kecamatan mori atas dan mori utara,
Kata Morowali dalam bahasa Suku Wana berarti ‘gemuruh’. Kata Morowali merujuk pada tempat tinggal Suku Wana yang berdiam di sekitar daerah aliran Sungai Bongka dan anak-anak sungainya di pedalaman Bungku Utara. Morowali kemudian diabadikan sebagai nama daerah tempat mereka tinggal.

2/13/2011

Di Sore Jalan Andolo.




Ini kali pertama saya ke kota ini. Jalanan yang tidak cukup sulit dan cuaca yang tenang memberi damai. Ini kami sedang menghangatkan pandangan pada titik debu dikaca, pada awan yang menjelma menjadi bulir air di kaca spion, sementara laju kadang membuat kami melewatkan sedikit pemandangan yang terasa sempurnya.
Kali ini kami tidak mencoba menapih keinginan untuk sesuatu hanya kemauan untuk berjalan dengan agenda unik melihat-lihat. Secara pribadi mungkin akan kusimpulkan lain bahwa perjalanan iseng ini lebih mengajarkan aku memahami Ciptaan dan nusantara konon yang katanya luas dan memang tampak luas.
Kami menepi disebuah bukaan jalan sempit tak beraspal. Bilik seorang teman berada di atas bangunan bercat hijau muda. Sebelum berkeliling kami menyempatkan diri menikmati segelas kopi di Andolo. Kemudian memacu pedal gas bertujuan ke kantor pemda Konsel yang tepat beraja diujung kecamatan Andolo Konsel. Deden memacu waktu dan tak hitung jam sampailah kami disana, gundukan tanah yang terlihat indah dan berada diketinggian disitulah kantor Pemda Konsel ini berada.
Sebenarnya tidak ada yang terlampau menarik. Hanya saja saya menikmati perjalanan ini. Tanpa beban dan mencintai pohon dijalanan yang belum sempat tertebang. Mencintai pahatan alam dengan hijau yang aku rekam di kepala dan membuatku berpikir. Suatu saat hijau ini akan kembali kulihat entah dilain tempat. Dan aku semakin mendalami hijau dengan langit yang nampak semakin mendung. Aku menyukai alam terbuka

Di sore jalan andolo.